Viral! Di Sleman, Angkutan Umum Sekarat dan Tiada Seorangpun yang Peduli! - Bagian II

Angkudes Sleman di Terminal Prambanan (2015)

sumber : (http://harianjogja.bisnis.com/)

 

Dengan berbagai kemudahan dan kemurahhatian yang diberikan kepada penumpangnya, mengapa kemudian angkot dan bus di Sleman mati perlahan-lahan?

Setelah mengkaji permasalahan pertama mengenai desain trayek dan desain kendaraan,  mari kita tinjau alasan mengapa pengguna angkot dan bus menghilang perlahan-lahan dari sisi sopir serta penumpang.

Viral! Di Sleman, Angkutan Umum Sekarat dan Tiada Seorangpun yang Peduli! - Bagian I

Ilustrasi: Penulis dan Maudy Ayunda sedang Menunggu Angkutan Umum yang Tak Kunjung Datang Sambil Membaca Buku Bunga Rampai Tebak-Tebakan Lucu Pilihan 2017

Namanya Jan dan dia berasal dari Jerman. Saya berjumpa dengannya di pinggir Jalan Palagan Tentara Pelajar. Ya di pinggir jalan, di bawah pohon perindang. Kalau Pembaca mengira saya berjumpa dengannya hanya sekali, biar saya beritahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Saya berjumpa dengannya dua kali, dalam dua hari berturut-turut, dan di bawah pohon yang sama. Perjumpaan pertama kami cukup unik. Kala itu, saya yang sedang naik motor secara mlipir dengan kecepatan lambat dikejutkan oleh unjukkan jempol dari seseorang yang berada di pinggir jalan, yang saya pahami sebagai gestur ‘tolong-tebengin-saya’. Ya, dialah Jan, sosok bule Jerman, yang menurut pengakuannya ketika itu  ingin naik angkot ke terminal Trans Jogja terdekat di perempatan Monjali, sekitar tiga kilometer dari tempatnya menunggu. Jan mengungkapkan pula bahwa ketika itu dia sudah menunggu lama sekali, sekitar dua jam, dan dia yang datang ke Jogja untuk berlibur hampir saja kehilangan satu hari yang berharga untuk menikmati liburannya.

Kota Inklusif, Apa Cuma Sekedar Kata?

Kota Albany di New York sebagai salah satu percontohan kota inklusif secara ekonomi menurut Brookings Metro Monitor (2017)

Sumber: http://res.cloudinary.com

Akhir-akhir ini kota inklusif sering menjadi hot topic di berbagai percakapan yang bukan hanya  di kalangan mahasiswa perencana bahkan juga di kalangan elemen-elemen yang secara langsung maupun tidak langsung bersinggungan dengan keberadaan sebuah kota. Kota inklusif bahkan sering hadir dan mungkin menjadi suatu poin penting yang tidak pernah absen di dalam kajian-kajian yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak pernah puas akan kerja keras sebuah kota dan perangkatnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal didalamnya.

Amaris, Warisan Budaya?

Hotel Amaris yang mendapatkan status “Warisan Budaya”

 Bermula dari cuitan seorang Elanto Wijoyono di Twitter (@joeyakarta), saya jadi tahu kalau sekarang sebuah hotel anyar yang kondisinya masih sangat gress bisa mendapat status “warisan budaya daerah”.

Lebih hebat lagi karena status ini bukan klaim sepihak dari manajemen hotel. Ini merupakan pengakuan resmi dari pemerintah daerah berdasarkan Keputusan Walikota (Kepwal) Yogyakarta nomor 337 tahun 2017. Kepwal ini merupakan rilis yang berisi daftar warisan budaya daerah yang ada di Kota Yogyakarta.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net