Cibubur Junction, salah satu pusat perbelanjaan di BIlangan Cibubur

Cibubur, mungkin buat orang-orang Jabodetabek dan sekitarnya tahu banget soal daerah ini. Oiya buat yang belum tahu, Cibubur adalah sebuah daerah di timur Jakarta yang berbatasan langsung sama tiga kota administratif, satu kabupaten, dan dua provinsi. Woah gede banget gak tuh? Ya sebenarnya sih gak gede-gede amat, tapi karena daerah ini memang melintasi daerah-daerah Kota Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Nah buat info aja nih, Cibubur yang sebenarnya itu adalah Cibubur yang masuk administratif Kota Jakarta TImur. Nah kalau Cibubur saya ini bisa dibilang Cibubur Coret, karena sebenarnya bukan masuk administratif Cibubur. Tapi, orang-orang lebih ngeh sama Cibubur yang saya tempati lo kalo sekarang hehehe. Oke kali ini saya bakal ceritain pengalaman saya bertempat tinggal selama 15 tahun di Cibuburku Tercinta (cie).

 

Saya pindah ke Cibubur tepatnya tahun 2000 dari tempat tinggal saya sebelumnya di Kota Legendaris, Kota Bekasi. Nah bapak saya yang saat itu sudah mulai gak senang sama kondisi Bekasi yang sudah gak nyaman lagi akhirnya menambatkan hatinya pada sepotong lahan yang berada di salah satu perumahan di Cibubur. Awalnya saya, yang saat itu masih lucu-lucunya, senang banget pindah ke Cibubur. Bayangin aja, setiap pagi (jam 6 lo padahal) saya masih bisa merasakan hawa dingin khas puncak. Wih seru banget dulu kalo setiap pagi keluar rumah mau berangkat sekolah ngeluarin uap-uap kayak di film-film luar negeri!

Oke kembali ke topik, nah dulu itu daerah Cibubur yang saya tempati ini hanya merupakan area yang dilintasi rute alternatif menuju Bandung lewat Jonggol. Nah sejak ada tol Purbaleunyi, Cibubur saya sudah gak jadi rute alternatif lagi, tapi berubah menjadi kawasan perumahan elit di pinggiran Jakarta. Lambat laun pun Cibubur mulai bertransformasi tuh. Awalnya jalannya masih aspal berbatu, sekarang sudah jadi aspal mulus. Yang tadinya mall cuma satu pas 2004, sekarang sudah ada empat mall dengan masing-masing mall punya bioskop sendiri (haha gak penting). Sekarang pun Cibubur juga mulai menjadi pusat kuliner enak-enak lo di sepanjang jalannya. Sebut saja Yoshi**ya, K*C, Mc*, sampai Roti Bakar Blok *!

Wah asik dong tuh tinggal di Cibubur? Aku mau pindah ke Cibubur ah…

Eit sabar dulu, gak selamanya yang bersinar itu emas. Awalnya emang seru sih ada mall banyak, jadi penghuni Cibubur gak perlu jauh-jauh buat cari hiburan. Tapi, karena perencanaan kotanya yang (mungkin) terlalu terpaku sama economy oriented, hampir semua lahan di Cibubur dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk perumahan dan komersial. Sayangnya, jalan utama di Cibubur hanya ada satu, dan gak ada jalan alternatif lainnya karena jalan ini pun pada awalnya adalah jalan alternatif (bingung? Hahaha saya juga). Nah alhasil, macet pun menjadi makanan sehari-hari warga Cibubur, termasuk saya. Oiya gara-gara macet itu, pemerintah DKI Jakarta pun merencanakan buat bikin monorail buat angkutan warga dari Cibubur sampai Senayan lo, karena macet di Cibubur gak cuma di Cibubur tok, tapi sampai jalan tol. Dan satu lagi yang bikin saya sedih selain macet yaitu, saya gak bisa lagi ngerasain uap-uap pagi kayak di film-film luar negeri…

Ya sebenarnya sih selain macet masih ada lagi masalah Cibubur yang mau saya angkat, tapi nanti mungkin bakal saya lanjutin lagi kalau tugas kuliah saya udah saya kelarin hahaha. Kalau dari pandangan saya intinya satu yang buat Cibubur gak nyaman lagi, perencanaan kota yang tidak seimbang dan hanya berorientasi pada ekonomi. Sekian pandangan saya dari Cibubur untuk Mata Kota Pemuda Tata Ruang!

sumber gambar: boopell.wordpress.com

 

Boedoet - Penulis adalah anggota Multimedia Pemuda Tata Ruang Kota

 

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net