Sumber: Skyscrapercity.com 

Kita banyak mendengar tentang aerotropolis. Namun hingga sekarang belum ada bandara yang berkonsep aerotropolis di Indonesia. Sehingga wajar kalau kita bertanya, apakah sebenarnya sudah banyak contoh bandara yang sukses dengan konsep aerotropolis?

Untuk menjawab rasa penasaran itu, kita perlu mengakui lebih dahulu bahwa sebelum ditemukannya konsep aerotropolis sudah begitu banyak bandara yang saat berdiri berusaha mengintegrasikan diri dengan wilayah di sekitarnya. Sehingga tentu perlu dilakukan penelitian lebih jauh untuk membandingkan antara bandara yang memang sudah berkembang terintegrasi dengan wilayah sekitarnya tanpa mengenal konsep aerotropolis dan bandara yang sejak pendiriannya memang direncanakan sebagai aerotropolis.

Untuk menelusuri contoh sukses dari aerotropolis, disini penulis akan memberikan sedikit ulasan tentang tiga bandara besar di dunia yang sukses dengan konsep aerotropolisnya:

1.            Bandara Internasional Dallas-Forth Worth, Amerika Serikat

Dallas-Fort Worth, Texas
Sumber : https://www.ainonline.com

Bandara ini merupakan salah satu contoh sukses dari kerjasama antardaerah demi kemajuan kedua daerah yang bersangkutan. Bandara Internasional Dallas-Fort Worth merupakan salah satu bandara tersibuk di Amerika Utara. Berdasarkan kriteria yang diberikan John Kasarda, Bandara Internasional Dallas Fort Worth telah dapat dikategorikan sebagai aerotropolis dan dengan status telah dioperasikan atau sudah tidak lagi hanya dalam tahap perencanaan.

Sejarah pembangunan bandara, menurut DFW International Airport (200), dimulai pada tanggal 15 April 1968 yaitu saat Kota Dallas dan Kota Fort Worth menandatangani kontrak perjanjian untuk membangun Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. Perjanjian tersebut mendefinisikan kekuasaan dan tugas Dewan Bandara Internasional Dallas-Fort Worth, dalam mengumpulkan dana gabungan untuk membangun bandara. Perjanjian ini juga memberi wewenang kepada Dewan untuk dapat membuat kontrak untuk jasa profesional dan terlibat langsung dalam kontrak, untuk dapat memudahkan dan melakukan pengaturan lainnya untuk kepentingan private dan perusahaan, dan menerima, membelanjakan, mencairkan, dan membayar uang negara (Ayuningtyas, 2014:65).

Setelah beroperasi selama 26 tahun, aktivitas di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata pertumbuhan penumpang sebesar 6%, peningkatan tonase kargo tiap tahun sebesar 6%, dan peningkatan pengoperasian pesawat udara sebesar 4%. Pada tahun 1999, bandara Bandara Internasional Dallas-Fort Worth telah melayani 60 juta penumpang, 922.000 US ton kargo, dan $32.900 pengoperasian pesawat udara. Bandara Internasional Dallas-Fort Worth pada saat itu hampir melayani 2.300 penerbangan setiap hari dengan 124 penerbangan domestik, dan 30 rute internasional.

Bandara Internasional Dallas-Fort Worth kini merupakan bandara tersibuk keempat di dunia berdasarkan jumlah operasi, dan tersibuk kedelapan dalam hal jumlah penumpang. Pada akhir 2011, 18 penerbangan penumpang menyediakan layanan pesawat dari dan menuju Bandara Internasional Dallas-Fort Worth dengan 145 rute domestik dan 47 tujuan internasional. Selain itu, Bandara Internasional Dallas-Fort Worth juga menyediakan 13 penerbangan kargo dari dan menuju Bandara Internasional Dallas-Fort Worth dengan tujuan seluruh dunia (DFW Internartional Airport, 2012). Berikut merupakan gambaran konstelasi Bandara Internasional Dallas-Fort Worth terhadap Kota Dallas dan Kota Fort Worth:

Konstelasi Bandara Internasional Dallas-Fort Worth dengan Kota Dallas dan Fort Worth
Sumber :
https://www.lib.utexas.edu/maps/world_cities/dallas2.jpg

2.            Bandara Internasional Schipol Amsterdam, Belanda

Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda
Sumber :
spotonvision.com

Menurut pendapat John Kasarda, Bandara Internasional Amsterdam Schipol telah dikembangkan sebagai salah satu contoh aerotropolis di Benua Eropa, dengan status telah dalam proses operasional. Melihat dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa aerotropolis yang baru dicetuskan pada tahun 2000, tidak mengatakan kota aerotropolis berdasarkan perencanaannya ke depan saja tetapi juga melihat dalam perkembangan fungsi bandara dan perkotaan di sekitarnya pada masa kini (Ayuningtyas, 2014:60).

Konstelasi Bandara Internasional Schipol dengan Kota Amsterdam
Sumber : wikimedia.org

Bandara Schipol dikelola oleh Schipol Group. Schipol Group adalah sebuah perusahaan bandara dengan Bandara Internasional Schipol Amsterdam sebagai bandara utama. Schipol Group memiliki tujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan untuk pada stakeholder, dan dapat mengakomodasi semua kepentingan. Schipol Group memiliki misi untuk menghubungkan Belanda melalui Bandara Schipol dengan semua kota pusat ekonomi, politik, dan budaya di seluruh dunia. Schipol Group (2013) juga menyatakan bahwa akan terus mendorong Bandara Schipol Amsterdam untuk tetap menjadi pilihan bandara di Eropa, dengan tetap mempertahankan pada kualitas, kapasitas, dan luasnya jaringan rute penerbangan. Selain Bandara Schipol, Schipol Group juga mengelola bandara Rotterdam, Eindhoven, dan Lelystad (Ayuningtyas, 2014:77).

Dengan kerjasama dan kesadaran dari pengelola bandara dan pemerintah Kota Amsterdam, bandara terkoneksi dengan baik dengan pusat kota dan berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian Kota Amsterdam. Setidaknya terdpat 58.000 tenaga kerja yang bekerja di lingkungan Bandara Internasional Schipol, yang terintegrasi dengan transportasi multimoda, penyediaan fasilitas bisnis dan komersial, serta memiliki peluang untuk membuat ruang pengembangan ekonomi Belanda secara keseluruhan (Ayuningtyas, 2014:78). Dari sinilah berikut merupakan gambaran aerotropolis Schipol dan Kota Amsterdam:

Aerotropolis Schipol Amsterdam
Sumber : http://www.slideshare.net/GlobalAirportCities14/pieter-van-der-horst-developing-the-airport-city-and-aerotropolis

3.            Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan

Bandara Incheon, Korea Selatan
Sumber : https://www.thousandwonders.net/Incheon+International+Airport

Aerotropolis Songdo yang berpusat pada Bandara Internasional Incheon, merupakan salah satu contoh aerotropolis yang unik karena dibangun hampir bersamaan dengan pembangunan Bandara Internasional Incheon sendiri. Keduanya yaitu Bandara Internasional Incheon dan Kota Songdo sendiri direncanakan dengan saling terintegrasi. Kota Songdo memang direncanakan sebagai kota bisnis yang dapat menunjang aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Incheon. Proyek ini memiliki aspek inovatif dan berharga dengan tonggak untuk industri real estate. Tidak hanya NSC mega-skala dan multi-fase, tetapi sangat internasional dilakukan oleh pengembang dan arsitek asing, banyak modal asing, dan ditunjukan untuk penghuni kelas dunia internasional. Ia juga memiliki perencanaan konseptual yang imajinatif, kemitraan pengembang lokal dan internasional dan teknik investasi dan pembiayaan yang canggih (Ayuningtyas, 2014:118).

Secara umum, aerotropolis Songdo merupakan kawasan dengan fungsi kawasan bisnis yang terhubung secara langsung ke Bandara Internasional Incheon dengan jembatan khusus yang dibangun bersamaan dengan pembangunan bandara dan Kota Songdo. Gambaran aerotropolis Songdo dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Ilustrasi Aerotorpolis Songdo
Sumber : https://image.slidesharecdn.com/6th8thdistrictteaser12-161202073954/95/ifez-will-issue-rfp-for-songdo-68th-district-developer-4-638.jpg?cb=1480664593

Kesimpulannya, aerotropolis memang memiliki sejumlah manfaat yang dapat dirasakan. Antara lain karena dapat menjadi motor penggerak ekonomi wilayah, dapat berperan sebagai penghubung antara kota dan bandara, bisa menjadi pintu gerbang bagi dunia internasional, dan lain sebagainya.

Namun dibalik keunggulannya, aerotropolis masih memiliki kekurangan karena membutuhkan dana yang sangat besar untuk pengembangannya serta membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengimplementasikannya. Kedua hal tersebut menjadi tantangan tersendiri apabila kita ingin menerapkan konsep aerotropolis di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.

 

Harun Din Haq

Mahasiswa asli Majalengka, sedang menempuh studi di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota UGM

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net