Tata Ruang menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 2 diartikan sebagai wujud struktur ruang dan pola ruang. Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. Pola Ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.Mengutip pernyataan Teguh Kurniawan di dalam artikelnya yang berjudul “Strategi Pengelolaan Kawasan Perkotaan di Indonesia: Kasus Jakarta dan Wilayah Sekitarnya (Sebuah Temuan Awal)”

 “Kota merupakan sebuah kawasan yang menjadi poros bagi berbagai kegiatan penting masyarakatnya. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah menciptakan kota yang layak huni, nyaman dan mampu berkompetisi dengan kota-kota lainnya di dunia.”

Dari kedua pengertian di atas dapat ditarik pemahaman bahwa Tata Ruang Kota adalah wujud dari susunan kebutuhan ruang masyarakat serta penggunaan ruang untuk mewadahi fungsi tertentu dalam rangka mencapai cita-cita suatu kota yaitu kota yang layak huni, nyaman dan mampu berkompetisi dengan kota-kota lainnya di dunia.

Ilustrasi Urbanisasi (sumber gambar : radioidola.com)

Pengertian urbanisasi mengacu pada pergeseran populasi dari daerah pedesaan ke perkotaan, "peningkatan bertahap proporsi orang yang tinggal di daerah perkotaan", dan cara-cara di mana setiap masyarakat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Hal ini terutama merujuk kepada proses dimana kota-kota yang dibentuk dan menjadi lebih besar karena lebih banyak orang mulai tinggal dan bekerja di daerah tersebut. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh BAPPENAS, tren jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di kota akan mengalami peningkatan dan pada tahun 2020 sebanyak 56.7% penduduk Indonesia tinggal di kota. Data ini menunjukkan bahwa urbanisasi benar-benar terjadi di Indonesia. Namun menurut Tjiptoherijanto (2008) dalam Urbanisasi, Mobilitas dan Perkembangan Perkotaan di Indonesia, menggambarkan bahwa urbanisasi pada umumnya telah dipahami secara luas namun demikian, mereka yang awam dengan ilmu kependudukan sering kali kurang tepat dalam memakai istilah tersebut. Karena dalam pengertian yang sesungguhnya, urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Sedangkan mereka yang awam dengan ilmu kependudukan seringkali mendefinisikan urbanisasi sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota. Padahal perpindahan penduduk dari desa ke kota hanya salah satu penyebab proses urbanisasi, di samping penyebab-penyebab lain.

Kesalahan persepsi pada masyarakat tentang urbanisasi serta peningkatan kepadatan penduduk di dalam suatu kota akan menyebabkan masalah yang kompleks. Selain timbul masalah sosial, pertambahan volume penduduk kota yang tidak terkendali juga akan menyebabkan perubahan wajah dari suatu kota secara tidak terkontrol. Perubahan tersebut secara langsung membuat tata ruang kota menjadi berantakan.

Contoh nyata permasalahan ini dapat dilihat pada studi kasus Kota Jakarta. Dapat dipastikan bahwa hampir seluruh lahan di DKI Jakarta sudah terbangun menyebabkan sulit dijumpainya lahan hijau/terbuka yang berfungsi sebagai ruang publik.  Menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan sebagai akibat dari pembangunan yang tidak terencana serta pengaturan sarana dan prasarana kota yang semrawut juga menimbulkan permasalahan lingkungan yang semakin parah seperti banjir, tanah longsor, polusi udara, tanah, air dan udara.

Berdasarkan uraian permasalahan di atas dapat disimpulkan bahwa urbanisasi dapat menimbulkan kekacauan. Kekacauan tersebut dapat terjadi apabila terjadinya urbanisasi tidak diimbangi oleh tata ruang kota yang mewadahi serta menjawab dampak yang ditimbulkan oleh urbanisasi itu sendiri. Selain itu, contoh nyata kekacauan serta dampak yang ditimbulkan dari ketidaksanggupan tata ruang DKI Jakarta dalam menghadapi urbanisasi hendaknya dapat dijadikan pembelajaran bagi seluruh masyarakat maupun pemerintah untuk mengahadapi tantangan urbanisasi.

 

Ega Agustina Cahyani

Anggota Pemuda Tata Ruang

 

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net