Sumber : bappeda.semarangkota.go.id

 

Ketangguhan memiliki arti kekuatan, bertahan, kekukuhan. Dalam kehidupan ketangguhan dapat diartikan sebagai mampu bertahan dalam segala situasi. Berbicara tentang ketangguhan, salah satu contoh kota tangguh adalah Kota Semarang.

Sebagai Ibukota Jawa Tengah, Kota semarang sering menghadapi kekeringan, banjir/rob, wabah penyakit, dan abrasi. Padahal jika ingin dibandingkan terhadap kota lain, Kota Semarang memiliki banyak kekurangan infrastruktur yang perlu dibenahi seperti penyediaan air bersih yang masih terdapat 20% penduduk belum terlayani oleh PDAM, dan sistem transportasi publik yang belum optimal. Namun hal itu bukan menjadi kendala utama masyarakat untuk beraktivitas. Justru, bencana alam seperti banjir dan rob lah yang menjadi gangguan masyarakat.

 

Pembangunan sarana prasarana untuk mengantisipasi terjadinya banjir memang sangat penting, namun mempersiapkan masyarakat dalam rangka kesiapsiagaan juga tidak kalah penting. Oleh karena itu terciptalah program kesiapsiagaan masyarakat. Program kesiapsiagaan ini juga sejalan dengan program dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang agar masyarakat di daerah-daerah rawan bencana lebih responsif dan siap menghadapi bencana. Dalam rangka kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir, maka masyarakat mengusulkan dilakukan pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB). Partisipasi masyarakat melalui KSB merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan di daerah rawan bencana. Kegiatan peningkatan kesiapsiagaan bencana tidak lagi hanya dengan konsep penyuluhan dan sosialisasi semata namun mulai mengajak masyarakat untuk terlibat menjadi bagian dari proses.

 

Sumber : bappeda.semarangkota.go.id

 

Keberadaaan kelompok siaga bencana (KSB) merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Kelompok ini menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat, dengan harapan dapat menyebarluaskan informasi dan pelatihan kesiapsiagaan dari pemerintah kepada masyarakat di sekitarnya. Dalam pengembangan KSB terdapat beberapa tantangan yang dialami oleh masyarakat yaitu terbagi dalam empat hal:

1.       Pendanaan  :

       Kurangnya pendanaan untuk keberlanjutan KSB

2.       Pola Pikir   :

      Perlu memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya tentang keselamatan apabila terjadi bencana dan memberikan pengertian tentang pelatihan yang sudah   dilakukan sesuai KSB. Selain itu, tidak mudah untuk mengajak masyarakat yang benar-benar peduli untuk jadi relawan..

3.       Sarana Prasarana  :

       Sarana kesiapsiagaan masih kurang, seperti HT, dan belum adanya posko untuk kesiapsiagaan bencana.

4.       Partisipasi Masyarakat  :

       Background (pekerjaan) anggota KSB yang beragam dan sulit untuk berkumpul, kesadaran dan tanggung jawab masing-masing individu yang terlibat dalam KSB masih ada   yang kurang, rekruitmen/ kaderisasi anggota KSB terutama untuk generasi muda masih sulit, karena butuh orang yang dengan sukarela ikut terlibat dalam KSB.

 

Anisa Nurul

Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Undip

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net