Parklet untuk Jogja

Sumber gambar: huffingtonpost.com/courtney-meaker/walking-while-fat-and-female_b_5311083.html

Berjalan kaki di Kota Yogyakarta barangkali adalah salah satu mimpi buruk.

Meskipun sama-sama merupakan kota yang terletak di kaki gunung, harus diakui cuaca di Kota Yogyakarta tidak lebih sejuk kalau dibandingkan dengan Bandung, Malang, atau Magelang. Cukup mencoba berjalan kaki sebentar saja di siang hari, dipastikan keringat akan langsung bercucuran di sekujur badan. Ditambah lagi, cukup banyak ditemui trotoar di kota Kota Yogyakarta ada dalam kondisi mengenaskan. Sempit, rusak, tidak tersedia guiding block, level ketinggiannya naik-turun, dan sering terhalang aneka macam rintangan (tiang, pot tanaman, PKL, parkir, tempat mangkal ojek/becak/bentor).

Belajar Merawat Pohon à la Negeri Singa

Salah satu sudut Singapura di daerah Ang Mo Kio. Asri ya?
(sumber gambar: straitstimes.com)

Setiap orang pasti setuju kalau pohon adalah benda atau objek yang dapat meningkatkan citra suatu kota. Suasana rindang, hijau nan asri terhampar di pelupuk mata manakala suatu kota dipenuhi dengan pohon. Pohon sendiri juga merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan ruang terbuka hijau. Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat pohon sangatlah banyak dan tentu kita sebagai masyarakat sepakat kalau pohon harus menjadi objek penting di dalam kota, kan?

Namun, belakangan muncul kasus-kasus dimana keberadaan pohon justru menimbulkan petaka bagi masyarakat di sekitarnya. Berita-berita pohon tumbang sebagai contoh pun selalu membumbui laman surat kabar ketika musim penghujan tiba. Korbannya pun bukan hanya barang atau aset, namun juga jiwa manusia. Berkaca dari hal tersebut masyarakat pun serba dilematis. Keberadaan pohon di satu sisi menguntungkan namun di sisi lain dapat menjadi petaka yang mengancam tanpa tahu kapan bahaya pohon tumbang datang. Oleh karena itu perawatan pohon menjadi hal yang utama dalam menjaga keberadaan pohon di dalam kota.

SDGs: Tujuan Ambisius dengan Strategi Sederhana

17 Tujuan SDGs (sumber gambar: wikipedia.org)

Sustainable Development Goals (SDGs) yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dalam pembangunan merupakan pemikiran lanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs sendiri memiliki 17 tujuan dan 169 target yang harus dicapai pada tahun 2030. Target-target yang ingin dicapai dari SDGs ini jauh lebih detil dan menjangkau multi-sektor dibandingkan dengan MDGs. Secara global, SDGs sendiri memiliki tiga tujuan prioritas yaitu kesejahteraan masyarakat, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Menjahit Semarang Atas dengan Jalan Lingkar Selatan

 Sumber gambar: kompasmuda.com

Timpang.

Itu satu kesan yang saya dapat selama ini mengikuti informasi mengenai pembangunan Semarang. Bagi yang belum begitu mengenal Semarang, ibukota Jawa Tengah ini oleh warganya kerap “dibagi” menjadi Semarang bawah dan Semarang atas. Semarang bawah mencakup daerah dataran rendah yang dekat dengan pantai, serta menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan kota Semarang. Kebanyakan obyek wisata kota yang terkenal juga berlokasi di Semarang bawah. Misalnya saja Tugu Muda, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Gereja Blenduk, atau Masjid Agung Jawa Tengah. Sedangkan  Semarang atas adalah daerah kota Semarang berada di kaki Gunung Ungaran dengan kontur berbukit-bukit.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net