Babak Baru Infrastruktur Perkeretaapian Jabodetabek

 

Sumber gambar: Kompetisi Foto #1001wajahkota credit: @FirdaNursya

Selama ini KRL terlambat tiba di stasiun merupakan lagu lama bagi warga Jabodetabek. Apa pasal? Sebab existing railway di Jabodetabek memang merupakan jalur multifungsi antara KRL, kereta penumpang jarak jauh (KPJJ), dan kereta barang. Akibatnya perjalanan KRL perlu bergantian dengan perjalanan kereta non-KRL.

Namun semakin hari jalur multifungsi tersebut menjadi makin tidak efektif untuk perjalanan kereta api. Berdasarkan proyeksi Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, perjalanan kereta api di lintas Jabodetabek diperkirakan mencapai 2.286.369 perjalanan pada 2020, dan tumbuh menjadi 5.340.483 perjalanan pada 2030. Artinya Jabodetabek perlu segera menyediakan jalur khusus bagi KRL, terpisah dengan jalur kereta non-KRL.

Menggeser Dogma Gusur PKL

Saya ingat bagaimana dulu, sekitar tahun 2010, sebuah tugas kampus meminta saya untuk mendeskripsikan wajah kota melalui pengamatan langsung di salah satu ruas jalan di Yogyakarta. Dalam tugas itu, saya memilih Jl. Terban hingga Jl. Colombo yang letaknya persis di sebelah selatan Kampus UGM. Salah satu pemandangan menarik yang saya angkat adalah fenomena pedagang kaki lima (PKL) yang mencaplok–dalam istilah akademik disebut memprivatisasi–trotoar yang secara normatif disediakanuntuk pejalan kaki. Di lokasi ini, sebuah kios semi permanen yang juga menjual bensin eceran, serta tukang tambal ban di sebelahnya, saya potret berkali-kali dari berbagai sudut, untuk mengesankan bahwa mereka benar-benar menyengsarakan pejalan kaki.

Walini dan Ketakutan-Ketakutan Itu

Perkebunan Teh Walini (sumber: panoramio.co.id)

Beberapa saat terakhir, publik dihebohkan dengan pembangunan kota baru di Walini, Jawa Barat. Jujur, saya yang baru pertama kali mendengar daerah bernama Walini (mungkin karena saya bukan anak gaul Jawa Barat), jadi tertarik dengan pemberitaan mengenai Walini ini. Saya pun baru ngeh soal Walini ini dari berita digital kompas.com beberapa hari yang lalu dan baru benar-benar ngeh ketika membaca artikel properti di Harian Kompas (12/1) kemarin. Apa sih Walini itu?

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net