TOD sebagai Salah Satu Solusi Kemacetan Jakarta

Oleh: Akhmad Fais Fauzi

Salah satu penyebab kemacetan di Jakarta yaitu penggunaan lahan yang tidak terkontrol dan tersebar (sprawl) sehingga menyebabkan struktur kota yang juga menyebar. Akibatnya, pelayanan transportasi menjadi tidak efisien. Jarak antar fungsi kawasan (perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, rekreasi, pendidikan, dan aktivitas sosial lain) saling berjauhan. Selain itu, untuk menuju area transit transportasi umum dari fungsi kawasan-kawasan tersebut juga jauh. Kondisi semacam itu menjadi salah satu faktor masyarakat enggan menggunakan transportasi umum dan lebih memilih kendaraan pribadi. Tidak heran bila pada saat ini, jumlah pergerakan kendaraan pribadi di Jakarta mencapai lima juta pergerakan setiap harinya.

Macet Jakarta

Gambar1. Macet Jakarta

Sumber: pesatnews.com

Kemacetan di Jakarta yang terjadi pada setiap hari tersebut tentu membutuhkan langkah-langkah penanganan sistem transportasi perkotaan secara tepat. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu mengintegrasikan perkembangan arah pembangunan kota dengan perkembangan transportasi umum. Hal ini dilakukan sebagai upaya membenahi aksesibilitas transportasi umum agar masyarakat mau beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum.

Ruang Terbuka Hijau : Fungsi dan Keberadaannya

oleh: Dwi Martina Dewi

Hidup di kota-kota besar memang menjadi dambaan setiap orang. Tersedianya fasilitas dan mudahnya akses dalam melakukan aktivitas menjadi beberapa alasan bagi masyarakat untuk lebih memilih tinggal di kota-kota besar. Akan tetapi, peliknya permasalahan lingkungan juga selalu menghantui para warganya. Permasalahan tersebut dimulai dari pencemaran udara, pencemaran suara, pencemaran sungai, hingga tidak terkelolanya sampah dengan baik menjadi beberapa permasalahan lingkungan yang akrab di perkotaan.

Salah satu permasalahan lingkungan yang hampir terjadi di kebanyakan kota besar adalah pencemaran udara. Tingginya penggunaaan kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polutan tertinggi di kota besar. Hal ini tentu membahayakan para warga yang tinggal di kota-kota besar. Boedianingsih (2011)

Salah satu hal yang dapat meminimalkan tingkat pencemaran udara di kota besar adalah dengan ditanamnya pohon-pohon di kota besar. Keberadaan pohon di kota besar memang sangat memberikan manfaat. Di samping sebagai penyuplai oksigen, pohon juga dapat menjadi agen pereduksi pencemaran udara di kota besar. Sayangnya, keberadaan pohon di kota-kota besar semakin sulit ditemui. Keberadaan pohon pun tenggelam di tengah pembangunan gedung-gedung megah pencakar langit.

Jangan Buat Bumi Menunggu!

Oleh: Glenysz Febryanti

Manusia hidup membutuhkan ruang (space) yang harus sesuai dengan kebutuhan hidup manusia untuk bergerak, berpindah, dan menetap, bahkan manusia mati pun membutuhkan ruang. Selain ruang, manusia juga membutuhkan sumber daya. Populasi penduduk Indonesia bahkan dunia yang terus meningkat mengartikan bahwa bahwa bumi harus memproduksi lebih banyak sumber daya. Ini tentu bukan hal yang dengan mudahnya akan tercipta. Untuk memenuhi sumber daya tersebut bumi memerlukan partner kerja-nya. Tentu saja manusia.

Masalah muncul ketika ketersediaan sumber daya tidak mampu memenuhi permintaan sumber daya. Apakah sumber daya dapat selalu bertahan? Ketersediaan sumber daya alam adalah salah satu hal penting yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Sumber daya adalah modal dasar pembangunan dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, tetapi tidak dengan cara merusak. Sumber daya alam inilah yang menjadi potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Bumi ini mempunyai kapasitas yang luar biasa untuk menunjang kehidupan. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya penduduk yang terus menguras sumber daya bumi yang melimpah maka ini menjadi hal mengkhawatirkan. Banyak yang kita takuti, terutama apakah selalu ada cukup makanan dan sumber daya? Dunia sebenarnya menghasilkan pangan atau sumberdaya yang cukup, hanya saja seringkali berada di tempat yang salah atau disimpan cukup lama di suatu tempat.

Urban Forest, Nasibmu Kini...

Oleh: Testianto Hanung Fajar Prabowo

Kota Solo akhir – akhir ini mengalami perkembangan yang luar biasa dalam pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau untuk mewujudkan visinya, yaitu Eco-Cultural City. Menurut Badan Lingkungan Hidup Kota Surakarta tahun 2012, ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Solo telah mencapai 11,9% dari luas kota dengan telah selesainya pembangunan taman–taman yang berada di tepi sungai maupun di pusat kota. Salah satu taman yang baru selesai dibangun adalah taman di tepi Sungai Bengawan Solo yang  bernama Urban Forest III. Urban Forest III tersebut berada di kelurahan Pucang Sawit Kota Solo.

Kondisi urban forest III setelah pembangunan
Sumber : www.solopos.com

Urban Forest III yang berbentuk taman tersebut dibangun mainan anak, sarana olahraga dan juga ditanam berbagai tanaman dengan jalan setapak yang mengitarinya. Selain itu, terdapat juga monumen banjir sebagai peringatan banjir besar Kota Solo pada tahun 2007. Fungsi utama urban forest III adalah sebagai tempat peresapan air dan melindungi daerah bantaran dari luapan banjir (green belt). Selain itu, juga sebagai ruang terbuka hijau dan ruang terbuka publik, yaitu wahana permainan anak dan olahraga. 

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net