"Yaudah aku aja yang jadi pemandunya!” teriak Harun lantang di tengah keriuhan suara anak-anak lain yang tengah berkumpul di sanggar. Siang itu Petarung hendak berjalan-jalan mengitari Kampung Babadan dengan mengajak anak-anak setempat. Harun pun kami tunjuk untuk menjadi “kapten” untuk memandu acara jalan-jalan kami di Minggu siang itu. Dia juga kami beri kehormatan untuk merekam secara live kegiatan jalan-jalan tersebut melalui Instagram.

 

Minggu itu, Petarung memang sedang mengenalkan tata ruang kepada bocah-bocah binaan Yayasan Bintang Kidul. Dengan difasilitasi oleh Jogja SDGs, pada hari tersebut Bintang Kidul mengajak Kantong Pintar dan Petarung berkegiatan bersama di Kampung Babadan, Banguntapan, Bantul. Kantong Pintar terlebih dahulu mengisi sesi di pagi hari dengan kegiatan mengenal lagu dolanan dan belajar menulis surat.

Sedangkan sesi siang hari diisi oleh Petarung untuk bersama-sama untuk mengenal tempat tinggal mereka dengan berjalan-jalan dan membuat mental map lingkungan bermain mereka sehari-hari. Kami sengaja meminta mereka memandu kami untuk berkeliling kampung agar mereka dapat menunjukkan tempat mereka bermain sehari-hari. Percakapan dengan suara keras yang kadang tidak santai dan diiringi candaan anak-anak kampung Babadan mengiringi perjalanan kami.

Misalnya saja saat tiba di Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat, tiba-tiba Rayhan berseru, “Mbak, belok kesini lho biar gausah muter.” Ia berinisiatif menunjukkan arah ketika Harun terlalu asyik melakukan live Instagram dan lupa untuk memandu jalan. Baru beberapa langkah berjalan sesuai panduan Rayhan, terdengar lagi suara dari anak lain yang berusaha mengusulkan rute perjalanan. “Mbak, kita ke KWT aja, disana banyak tanaman.” celoteh Cahya dan Aufi hampir bersamaan. Namun lucunya, saat ditanya apa itu KWT, keduanya serempak menggelengkan kepala tanda tidak tahu.

Kami pun kompak tetap mengikuti arahan mereka berdua dan melangkahkan kaki menuju KWT. Ternyata KWT yang mereka maksudkan merupakan singkatan dari Kelompok Wanita Tani. Benar saja, di area KWT memang banyak sekali tanaman dalam polybag yang berjajar rapi dan membuat kampung terlihat hijau. Setelah itu, kami berjalan di atas tanggul Sungai Gajahwong karena menuruti ajakan Zasya, “Mas kesitu lho ada sungai, lewat rumah saya nanti.” Seusai menyusuri tepian sungai, kami pun kembali menuju ke sanggar.

“Iya, mas, mereka tuh energinya besar tapi di sekolah kurang tersalurkan. Hanya dijejali materi pelajaran,” terang mbak Ozi, salah satu anggota Bintang Kidul yang sudah setahun aktif mengajar disana. Hal itulah yang menyemangati Bintang Kidul untuk membangun sanggar dan mengadakan beragam kegiatan untuk menyalurkan energi anak-anak disana pada hal yang positif.

Semangat anak-anak kampung tersebut terlihat kentara saat mereka diminta membuat mental map. Meskipun mulanya semua anak tampak malu-malu saat mulai menggambar, nyatanya toh mereka mampu menggambarkan lingkungan mereka secara jelas dan kreatif. Tanpa instruksi yang terlalu detail, mereka dapat menuangkan ingatan mereka dalam bentuk peta sederhana. Mulai dari patokan saat jalan berbelok ke kanan atau ke kiri, hingga hal-hal unik yang mereka lewati saat berjalan-jalan, turut mereka gambarkan sebagai ancar-ancar pada mental map. Kemudian mereka pun coba menjelaskan karyanya satu persatu secara bergantian.

Dokumentasi Kunjungan (sumber: dokumentasi Jogja SDGs) 

Saat hendak mengakhiri kegiatan di Kampung Babadan, Petarung menyampaikan ada dua hal yang patut disyukuri di kampung ini, yaitu kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan dan masih adanya ruang terbuka yang luas. Terbukti anak-anak Babadan dapat menikmati area bermain seperti di lapangan, halaman masjid, atau tepian sungai. Hal yang relatif sulit ditemukan di tengah makin padatnya kawasan perkotaan Yogyakarta. Maka tak heran kalau kampung ini menyandang predikat “Lingkungan Ramah Anak”.

Namun apabila mengutip kata-kata Alha, ternyata bukan dua hal itu faktor utama yang membuat kampung Babadan dianggap sebagai lingkungan ramah anak. “Disini tuh lingkungan ramah anak, mbak, karena anak-anaknya ramah seperti aku,” celetuk Alha sembari tersenyum ceria.

 

Niswati Mardliyyah

Anggota Komunitas Pemuda Tata Ruang,

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net