Memasukkan Bandara Temon dan Kawasan Keistimewaan dalam Rencana Tata Ruang DIY

 Peta RTRW Provinsi DIY 2009-2029

Berumur tujuh tahun sejak kelahirannya, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DIY (yang lebih sering dikenal dengan Perda RTRW DIY), kini tengah ditinjau kembali dan hendak diundangkan dalam sebuah perda yang baru. Dalam raperda RTRW DIY tahun 2016 ini, ada beberapa perbedaan signifikan dengan Perda RTRW yang sudah ada. Antara lain, kepentingan mengakomodasi rencana pembangunan bandara baru DIY di kawasan Temon serta kepentingan memasukkan kawasan keistimewaan sesuai UUK DIY di dalam raperda yang baru.

Menuju Karya yang Baru!

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Estafet kepengurusan komunitas Pemuda Tata Ruang resmi bergulir pada Batch 4 pada minggu lalu, 13 Mei 2016 di Joglo Abang Yogyakarta. Melalui acara Sekolah Tata Ruang Internal Petarung 2016, Muhammad Budi Utomo sebagai Kepala Suku Batch 3, akhirnya digantikan oleh kepala suku yang baru, Yudha Tri Wibawa. Rachmat Kurniawan sebagai Wakil Kepala Suku Batch 3 juga digantikan oleh Ni Wayan kartika sebagai Wakli Kepala Suku Batch 4.

Survey Tata Ruang

[PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM TATA RUANG]

Ruang merupakan tempat manusia melangsungkan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidup. Oleh karena itu, sebagai upaya mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan dibutuhkan penataan ruang. Penyelenggaraan penataan ruang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dijelaskan bahwa penyelenggaraan penataan ruang dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan peran masyarakat. Masyarakat memiliki peran dalam penataan ruang untuk berpartisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Akan tetapi, sudahkah kita terlibat dan dilibatkan?

Form ini ditujukan kepada masyarakat di Indonesia, baik yang belum maupun sudah mengetahui tentang Tata Ruang. Tujuannya untuk melihat sejauh mana masyarakat di Indonesia telah mengetahui dan berpartisipasi dalam Tata Ruang. Mohon kesediaan Bapak/Ibu/Mas/Mbak untuk mengisi dan menyebarkan. Semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan bersama.

https://bit.ly/SurveyTataRuangPetarungKota

Terima kasih. Salam Tata Ruang
Pemuda Tata Ruang, Pemuda Indonesia.

Petarung Ikuti Kegiatan Workshop Urban Citizenship Academy (Uca) yang Diadakan Solo Kotakita

Release Kegiatan Urban Citizenship Academy(UCA) Kotakita Solo Juni – September 2015

UCA PART 1

 

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

 

Kegiatan UCA merupakan kegiatan yang dilakukan oleh yayasan Kotakita Solo dengan tujuan memberikan metode-metodeyang biasa Kotakita gunakan untuk menyusun sebuah proposal yang diajukan. Sesi yang diajarkan dalam UCA 1 ini adalah tentang metode pemetaan dan teknik pengumpulan data.

 

Pada hari pertama yang dimulai pukul 9 pagi terdapat beberapa sesi yang dimulai dengan sesi perkenalan dan pengenalan nilai-nilai yang diharapkan muncul dalam pelatihan ini. Setelah itu sesi berikutnya adalah sesi tentang teori keruangan dan akses. Di sesi ini kami diberi materi tentang apa itu ruang dan bagaimana akses yang baik dalam sebuah ruang.

 

Sesi berikutnya barulah memasuki sesi teknik dan metodologi pemetaan yang sering dilakukan oleh Kotakita mengingat yayasan ini pernah diberikan amanah oleh Pak Jokowi untuk memetakan seluruh Kota Solo lengkap dengan batasan RT, RW ,dan kelurahan yang ada di Kota Solo. Mereka mengajak beberapa komunitas dan mahasiswa arsitektur dan planologi UNS untuk menyelesaikan amanah yang diberikan Pak Jokowi ini. Saat sesi ini kami diajarkan cara bagaiman metodologi pemetaan yang baik yang bisa mendukung advokasi atau proposal proyek yang kita buat.

 

Tak hanya teori, seusai istirahat makan siang kami pun dibagi kedalam 5 kelompok untuk mempraktekan teknik dan metodologi pemetaan yang sebelumnya diberikan. Siang itu kami menaiki angkot menuju Kelurahan Sewu dan setiap kelompok diminta memetakan kelurahan sewu dengan mendelinasi batas RT, batas RW dan fasilitas umum yang ada di kelurahan Sewu. Tak hanya itu, kami juga dituntut untuk mengumpulkan data-data terkait setiap RT yang ada disana seperti jumlah penduduk, jumlah KK , jumlah Rumah, Jumlah anak usia sekolah, jumlah kk yang memakai PDAM dan lain sebagainya. Setelah pemetaan selesai kami pun kembali ke kantor Kotakita dan mengakhiri agenda di tanggal 06 Juni ini.

 

Dihari kedua dimulai dari jam yang sama, kami pun memulai lagi kegiatan dengan agenda pertama adalah mengevaluasi hasil survei pemetaan sehari sebelumnya. Banyak temuan-temuan yang kami temui di lapangan seperti ada IPAL komunal, ada beberapa anak berkebutuhan khusus, adanya pencemaran lingkungan, adanya program pembuatan taman RT dan lain sebagainya. Selain itu ada juga masalah-masalah yang kami temui di lapangan seperi kurang sinkronnya data bu RT dan pak RT , pak RT yang ada dan tiada, lingkungan yang sangat kumuh dan lain sebagainya. Tim kotakita juga memberikan beberapa solusi terkait masalah yang diutarakan peserta-peserta seperti meninggalkan kuisioner beserta panduan pengisian jika Pak RT tidak ada, menghubungi pengurus RT yang lain ataupun menghubungi ibu-ibu PKK dan bahkan menghubungi ketua RT sebelumnya.

 

Sesi berikutnya adalah sesi materi problem tree analysis yang digunakan dan bertujuan untuk memahami masalah yang ada dan juga membantu sebagai arahan untuk pengumpulan data yang dibutuhkan di lapangan terkait masalah yang ingin diselesaikan. Karena masalah dianalogikan sebagai batang pohon yang dibawahnya terdapat akar pohon yang dianalogikan sebagai sebab-sebab permasalahan dan diatas batang terdapat ranting-ranting pohon dan daun yang merupakan akibat-akibat yang ditimbulkan dari masalah yang ada.

 

Setelah sesi ini berakhir maka sesi berikutnya adalah sesi diskusi yang dibagi kedalam kelompok sesuai regional. PETARUNG kebetulan masuk dalam kelompok lingkungan yang membahas rendahnya kualitas lingkungan di Kelurahan Brontokusuman di Yogyakarta. Kami dilatih untuk membuat problem tree analysis berdasarkan masalah yang kami usung. Setelah berdiskusi, ternyata banyak sebab-sebab seperti budaya membuang sampah sembarangan, penyelewengan bantuan pemerintah, kurangnya sosialisasi dan perhatian pemerintah dan lain sebagainya. Dan ternyata akibat-akibat yang ditimbulkan juga menimbulkan akibat-akibat lainnya seperti diskriminasi yang menimbulkan kriminalitas dan konflik sosial.

 

Sesi berikutnya adalah sesi teknik pengumpulan data dan strategi pengumpulan data disertai timeline pengumpulan data yang dibutuhkan untuk dibawa saat UCA sesi 2 yang membahas analisis data serta pemilihan koordinator tim. Kebetulan dari PETARUNG diamanahi sebagai koordinator di salah satu team yang ada di Jogja. Ini merupakan sesi terakhir dari rangkaian acara UCA yang telah berlangsung selama 2 hari, kami pun pamitan dan saling berfoto satu sama lain dan kembali ke daerah masing-masing untuk kembali lagi sekitar bulan juli atau agustus pasca lebaran untuk kembali mengikuti UCA sesi 2.

 

UCA PART 2

 

Sumber gambar: Dokumnetasi Pribadi

 

Sabtu-Minggu 29-30 Agustus 2015 @Kantor Yayasan Kotakita,Surakarta Jawa Tengah

Petarung kembali mengikuti kegiatan Urban Citizenship Academy Part 2. Pada sesi sebelumnya kegiatan ini berfokus kepada pelatihan pemetaan dasar dan identifikasi masalah.

 

Pada sesi kali ini workshop lebih berfokus pada analisis masalah dan perumusan ide yang berujung pada aksi.Peserta diharuskan mempresentasikan identifikasi masalah beserta data-data pendukung seperti foto,tabel,diagram,kuisioner,wawancara,dan lain sebagainya yang sebelumnya dilakukan di kawasan amatan yang telah di tentukan pada sesi sebelumnya.Kami berada pada Tim yang memilih kawasan RW 18 & 19 Brontokusuman yang terletak beberapa kilometer dari timur Jalan Malioboro.

 

Setelah proses presentasi selesai, peserta dijelaskan mengenai keterhubungan antar data dengan studi kasus kecamatan Sondakan Surakarta dilanjutkan dengan turun ke lapangan dengan mengunjungi Kelurahan Sondakan yang merupakan sentra pembuatan kerajinan batik. Namun karena adanya industri batik puluhan tahun yang lalu hingga saat ini masih tersisa beberapa ternyata menimbulkan masalah yaitu kandungan air tanah yang tercemar oleh  limbah batik.Selain itu ditunjukan juga beberapa proyek-proyek yang ada di kelurahan yang memakai sistem top down dan bottom up seperti pembuatan MCK dan IPAL komunal.

 

Pada hari ke 2 kegiatan yang dilakukan adalah brainstorming perumusan ide aksi yang dituangkan dalam presentasi dengan cara klipping.Acara ini dihadiri oleh berbagai komunitas regional solo-jogja seperti RHI(Rumah Hebat Indonesia), Jurusan PMI(Pengembangan Masyarakat Islam) UIN,Forum Anak,Komunitas Pesepeda,dan Lain sebagainya.

 

Tahap terakhir di fase ketiga akan dilakukan tanggal 26-27 September di lokasi yang sama dan akan berfokus pada rencana aksi dan kampanye serta advokasi ide program yang telah disusun di tahap sebelumnya.

 

Sumber gambar: Dokumnetasi pribadi

 

 

UCA PART 3

Sumber gambar: Dokumnetasi pribadi

 

A. Communication Skill

Tak terasa UCA sudah menginjak ke bagian terakhir dari ketiga sesi yang ada. Pada sesi ini dimulai dengan cara bagaimana berbicara didepan publik untuk meyakinkan masyarakat bahwa proyek yang kita jalani bermanfaat untuk masyarakat. Metodenya pun cukup unik karena kita dilatih untuk berbicara sambil memegang draft yang kita buat sebelumnya. Diyakini metode ini cukup baik agar topik yang kita jalani tidak ngalor ngidul dan tetap stay on the way.

 

Di akhir sesi ini kita diberi kesempatan untuk berbicara mengenai proyek kita di depan kelas dan tantangan berikutnya cukup menantang karena kita diberi waktu yang cukup singkat bilamana kita bertemu dengan tokoh-tokoh penting namun hanya diberi waktu yang sangat sedikit (1 menit – 3 detik saja) untuk mempromosian proyek kita. Selain itu kita diharuskan mengkritik teman kita yang telah berbicara di depan kelas dengan 3 kunci kritik yaitu be kind, be specific, be helpful.

 

B. Situational and Stakeholders Analysis

Di sesi selanjutnya diadakan situational analysis dan stakeholder analysis untuk memperlancar proyek yang kita kerjakan. Untuk apakah sebenarnya kedua analisis ini?mari kita bahas satu persatu:

1. Situational Analysis

Situational Analysis adalah analisa berdasarkan situasi yang aktual saat proyek kita berjalan menggunakan analisis SWOT dimana :

 

S(Strenght)

Merupakan kekuatan yang dimiliki proyek yang kita jalani dan manfaat-manfaat dari proyek yang kita jalani yang merupakan kelebihan internal dari proyek.

 

W(Weakness)

Merupakan kelemahan proyek yang kita jalani serta kekurangan-kekurangan yang ada pada proyek yang kita jalani.

 

O(Opportunity)

Merupakan kelebihan yang terdapat dari luar proyek kita seperti kebijakan pemerintah yang sejalan dengan proyek, adanya dukungan dari berbagai komunitas dan sebagainya yang datang dari luar proyek kita

T(Threat)

Merupakan ancaman yang berasal dari luar proyek yang bisa menghambat jalannya proyek yang kita jalani seperti ancaman adanya banjir di musim penghujan dan lain sebagainya.

Selain analisis SWOT kita juga dituntut untuk mengetahui dinamika yang ada di masyarakat seperti sejarah , politik, dan lain sebagainya

 

2. Stakeholders Analysis

Analisis ini adalah idetifikasi kemungkinan stakeholder yang akan mempengaruhi ataupun tidak mempengaruhi namun masih memiliki dampak kepada proyek kita supaya kita dapat lebih memamahi mana stakeholder yang harus kita dekati mauapun hanya sekedar untuk meminta izin atau dengan kata lain adalah pemetaan stakeholders yang memiliki pengaruh ataupun interest pada proyek kita.

 

 

C.   Visualisasi Data dan Informasi

Sesi selanjutnya adalah bagian visualisasi data dan informasi untuk mempermudah audiens memahami data dan informasi yang kita miliki dengan media poster, infografis, diagram, visualisasi naratif dan lain sebagainya. Banyak aplikasi yang kita bisa gunakan untuk ini seperti Ms. Excel, Adobe Ilustrator, Photoshop maupun aplikasi desain online.Diajari juga bagaimana cara membuat layout yang baik dan menarik, pemilihan warna dan lain sebagainya demi mengkomunikasikan informasi dengan jelas.

 

 

D.  Manajemen Proyek

Pada sesi ini kita diajari bagaimana sebenarnya manajemen proyek yang baik dengan beberapa poin penting seperti

a.Kegiatan

b.Jangka Waktu

c.Sumberdaya

d.Tujuan/sasaran tertentu

dan juga diajari beberapa planning project seperti menentukan langkah-langkah kegiatan,timeline, alokasi sumberdaya dan lain sebagainya dengan di point penting pada sesi ini yaitu Controlling, Monitoring, Evaluation

 

 

E.   Publikasi proyek

Di sesi terakhir ini terdapat beberapa cara untuk mempublikasikan proyek yan kita miliki dengan berbagai media yang ada karena 5 perubahan besar yang ada di zaman ini yaitu :

1.               Terlalu banyak media

2.               Dunia multilayar

3.               Semua bisa jadi media company

4.               Semua cerita punya peluang untuk jadi aset sosial

5.               Cerita tidak pernah mati

 

 

Tak terasa UCA batch 1 ini telah berakhir dengan menyisakan kenangan dan pertemanan yang tiada akhir dan jejaring bersama komunitas-komunitas yang bersama-sama berjuang untuk kebaikan masyarakat disekitarnya.

Penutupan UCA diadakan tanggal 06 Desember 2015 (Jogja menyesuaikan) yang akan dihadiri stakeholder-stakeholder yang ada di Solo.

Presentasi proyek UCA Batch 1 dan 2 dilaksanakan Saat Urban Social Forum 18 Desember 2015 di Surabaya

Sumber gambar: Dokumnetasi pribadi

 

 

 

Harun Din Haq

Penulis adalah anggota Pemuda Tata Ruang-Divisi Aksi

 

 

 

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net